Apa kamu akan percaya jika saya katakan bahwa yang kamu tulis di blog ternyata tidak dibaca oleh pengunjung?

Hmm… Kemungkinan besar kamu akan bilang tidak.

Apalagi kalau setiap artikel yang kamu tulis selalu ramai pengunjung, dan banyak yang share.

Dengan indikasi seperti itu tentu saja siapapun (termasuk saya) akan berasumsi bahwa pengunjung membacanya.

Tapi supaya haqqul yaqin, gimana kalau kita cari tahu fakta sebenarnya.

Tulisanmu Tidak Dibaca!

Di tahun 2008 sebuah studinya yang bernama Eyetracking Usability menemukan banyak fakta menarik tentang kebiasaan dan cara interaksi orang-orang ketika membaca konten web.

Salah satu yang paling mengejutkan adalah ternyata mayoritas pengunjung tidak membaca, sebagai gantinya mereka hanya memindai konten secara instan.

Ya kurang lebih seperti sebuah mesin scan.

Wow kampret kan!

Susah payah menulis lalu melakukan optimasi buat mendatangkan pengunjung

…eh ternyata enggak dibaca. 🙁

Pola membaca pengunjung blog

Foto pencitraan di atas adalah contoh kecenderungan pergerakan mata mayoritas pengunjung web yang terdeteksi ketika menelusuri konten. Rata-rata pergerakan memindai (warna merah) secara cepat tersebut membentuk huruf F, atau yang lebih dikenal dengan istilah F-Shaped Pattern.

Kuciwa dengan kenyataan pahit ini?

Tenang, ternyata pengunjung tidak selalu menelusuri konten dengan memindai. Pada bagian tertentu yang dianggap penting mereka akan membacanya.

PErtanyaannya adala berapa banyak yang mereka baca?

Nah dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa kurang lebih hanya 20% dari seluruh konten teks yang dibaca pengunjung.

Lumayan kan daripada tidak sama sekali hehehe…

Apa mungkin sekarang ini orang lebih terbiasa dan senang dengan membaca sepintas lalu saja?

Kalau dilihat dari gelagatnya sih iya juga.

Orang-orang jarang membaca konten web kata demi kata; gantinya, mereka memindai halaman lalu membaca kata dan kalimat tertentu yang relevan - Jacob Nielsen

Sebuah perusahaan analisis web bernama Chartbeat bereksperimen dengan menggunakan artikel yang berjudul You Won’t Finish This Article,

Hasilnya artikel tersebut berhasil mendapatkan banyak perhatian orang, dengan jumlah share sebanyak 13k lebih.

Usut punya usut ternyata orang-orang yang membagikan tulisan tersebut mayoritas baru membaca sebagian kecil, bahkan banyak juga yang sama sekali belum membacanya.

Kalau share saja sudah begitu, gimana dengan like dan+1?

Lalu apa sih yang menghalangi mereka untuk membaca seluruh konten?

Dari data yang ada penyebabnya bisa diakibatkan karena beberapa hal, seperti

  • terlalu banyak bagian yang tidak relevan
  • formatnya susah dibaca
  • gaya menulis yang subjektif, terkesan dibuat-buat, promosional dan berlebihan

Setidaknya itulah yang dikatakan oleh studi milik Nielsen.


Sum

Dari gambaran diatas bisa terlihat bahwa

  • Atas nama instan orang-orang tidak lagi ‘membaca’ seperti seharusnya.
  • Pengunjung hanya membaca bagian penting dari konten.
  • Orang-orang cenderung membagikan tautan yang belum selesai dibaca bahkan yang sama sekali belum dibaca.

Gimana masih yakin mereka membaca tulisanmu?

Saya sarankan kamu segera mencari tahu bagaimana agar pengunjung benar-benar membaca dan berinteraksi dengan konten kamu