3

Cara Mudah Membuat Konten Blog Berkualitas dan SEO Friendly

[vc_row padding_top=”0px” padding_bottom=”0px”][vc_column fade_animation_offset=”45px”]

Saya yakin kalau topik membuat konten blog berkualitas semacam ini sudah sering kamu baca, benar kan?

Tapi saya akan berasumsi bahwa kamu masih bingung atau belum mendapatkan jawaban yang pas, buktinya kamu masih tertarik untuk membuka halaman ini.

Tenang aja, mungkin ini adalah hari keberuntungan kamu…

Dalam panduan ini saya akan menjelaskan bagaimana cara menulis artikel dengan baik secara lengkap dan mudah dimengerti.

Let’s solve the puzzle

Yang Gimana sih Konten Blog Berkualitas Itu?

Hmm… relatif dan debatable yang pasti sih kalau ditanya begitu jawabannya bisa bermacam-macam, tapi saya tidak ingin berdebat soal itu.

Supaya tidak bias gimana kalau kita lihat dari sisi pembaca saja, setuju?

Tulisan/konten blog bisa disebut berkualitas jika…

audiens puas setelah membaca

  • Audiens tertarik dan antusias, mulai dari ketika melihat judul hingga membaca isinya.
  • Audiens mengerti dan menangkap tujuan/ide dari setiap kata yang kamu tulis. Jika kamu berpikir A maka mereka harus membacanya sebagai A.
  • Audiens puas atau mendapatkan bermanfaat dari tulisanmu, apakah itu kesenangan atau sesuatu yang memecahkan masalah mereka.

Nah ternyata konten blog berkualitas itu tidak seribet yang dipikirkan, cukup fokus untuk mengejar 3 hal tadi.

1. Topik dan Audiens

audiens blogAudiens adalah target pembaca yang terdiri dari beragam latar belakang. Tua, muda, perempuan, laki-laki dan seterusnya… masing-masing akan mempunyai interest yang berbeda.

Untuk mendapatkan topik/isu yang benar-benar pas kamu harus mengenali mereka terlebih dahulu.

Klasifikasikan audiens berdasarkan hal-hal yang dapat mempengaruhi minat mereka.

Misalnya saja tulisan kamu topiknya adalah seputar kuliner maka latar belakang seperti umur, dan gender akan berpengaruh.

  • Umur anak-anak dan orang dewasa punya selera yang beda tentang makanan, buktinya pernah lihat bapak-bapak berkumis makan tini-wini-biti?
  • Gender perempuan tertarik membaca resep makanan dibandingkan laki-laki karena lebih sering memasak.

Beda topik pasti beda skema… Selama itu dapat menjelaskan siapa, dan apa minat mereka maka kamu boleh mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan.

Berikut variabel dari latar belakang calon pembaca yang bisa kamu gunakan

  • Umur
  • Gender
  • agama
  • pendidikan
  • pekerjaan dan penghasilan
  • kebiasaan atau kultur
  • geografis

dll…

Sudah mulai jelas kan?

Sekarang kamu sudah memiliki gambaran utuh tentang topik yang pas dan lebih spesifik untuk target pembaca yang kamu pilih.

2. Kedalaman dan Bobot Tulisan

Ini adalah bagian paling penting, kita akan memastikan setiap kata dan kalimat yang ditulis harus mengadopsi formula copywriting yang disarankan oleh Jacob Nielsen, yaitu concise, scannable and objective copywriting.

Tapi sebelum melakukan hal tersebut kita akan membangun ketertarikan audiens dulu melalui…

Judul yang Menarik

Anggap saja sekarang ini kamu sedang mencari yang jualan dodol online melalui Google

judul yang menarik

Kira-kira mana yang bakalan kamu klik?

Hmm… judul pertama dan yang kedua terlihat terlalu biasa dan lumrah.

Kemungkinan besar mata dan pikiran kamu lebih memilih nomor 3.

Enak dan murah membuat judul tersebut lebih meyakinkan dan superior, apalagi rasa ‘keju’ yang membuat orang penasaran karena bukan hal yang lumrah.

Headline yang viral membuat kontenmu lebih unggul dibandingkan kompetitor, dan pastinya akan memperbesar kemungkinan untuk dibaca.

Untuk membuat judul lebih menarik kamu bisa membumbuinya dengan unsur viral, seperti

  1. Rasa Penasaran. Bikin calon pembaca enggak tahan/penasaran buat nge-klik judulnya, misalnya dengan hal-hal yang diluar dugaan atau kebiasaan.
  2. Manfaat. Siratkan manfaat dalam kontenmu dengan memberikan penekanan, seperti “Cara mudah untuk…” “5 Manfaat…”
  3. Emosi. Sesuatu yang bisa menyentuh, menggugah sisi emosional baik itu membuat kagum, sedih, terharu bahkan memancing kemarahan.
  4. Spesial. Buat subjek menjadi lebih spesial, epik bila dibandingkan dengan yang lain. Contohnya lebih murah, lebih mudah, lebih cepat

Tapi ingat jangan membuat pembaca memiliki interpretasi yang salah akibat judul yang bertolak belakang dengan isinya.

Alur yang Mengalir

Akan lebih mudah jika kamu membangkan ide/gagasan awal tulisan menjadi beberapa bagian, yang terkait antara satu dengan yang lain.

Tapi kalau mau lebih simple bisa juga memakai teknik piramida terbalik yang digunakan para jurnalis.

Kurang lebih seperti detailnya seperti ini

  1. Introduksi. Awali dengan informasi penting dari gagasan yang ditulis, apa? siapa? dimana? kapan? dan bagaimana? Tujuannya agar pembaca menangkap gambaran utuhnya sebelum melanjutkan membaca lebih lanjut.
  2. Bagian Utama. Selanjutnya masukan informasi yang krusial, seperti argumen, fakta, cerita dan hal yang lebih spesifik untuk menjelaskan apa yang ditulis pada awal tulisan.
  3. Penutup.Tutup dengan informasi ekstra dan kesimpulan terkait hal-hal yang ditulis pada bagian utama.

Gaya Bahasa dan Penulisan yang Objektif

Beda orang maka akan berbeda juga cara penyampaiannya.

Bayangkan apa jadinya jika audiens yang berumur 40-60 tahunan disuguhi kalimat seperti dibawah ini

“OMG! ternyata gue baru nyadar kalo susu angleng ituh bisa mencegah tulang keropos bray…”

Walaupun informasinya valid saya jamin 100% audiens akan urung membacanya.

Secara psikologi kita akan lebih nyaman berkomunikasi dengan orang yang mempunyai something in common—kesamaan, dan salah satunya adalah bahasa.

Pada contoh tadi konten dianggap tidak relevan gara-gara bahasa yang digunakan.

Perhatikan siapa yang akan menjadi audiens, setelah itu baru sesuaikan gaya bahasanya, apakah mau terlihat

  1. Formal. gaya bahasanya formal dan harus memperhatikan aturan juga format menulis seperti tanda baca, pedoman EYD.
  2. Santai. bebas yang tidak terikat dengan aturan tertentu, santai dan cenderung bisa masuk ke semua kalangan.
  3. Gaul. lemesin aja tsayyyyyy nulisnyah.

Tapi ingat, apapun gayanya gunakanlah bahasa yang objektif sehingga tulisan terkesan natural, bersandar kepada kenyataan dan fakta, bukan bahasa marketing yang cenderung promosional dan berlebihan.

Ringkas, Jelas dan Padat

[/vc_column][/vc_row][vc_row padding_top=”0px” padding_bottom=”0px”][vc_column fade_animation_offset=”45px” width=”1/2″][vc_round_chart type=”doughnut” stroke_width=”2″ tooltips=”” values=”%5B%7B%22title%22%3A%221200%20Kata%22%2C%22value%22%3A%2280%22%2C%22color%22%3A%22blue%22%7D%2C%7B%22title%22%3A%221000%20Kata%22%2C%22value%22%3A%2270%22%2C%22color%22%3A%22pink%22%7D%2C%7B%22title%22%3A%22800%20Kata%22%2C%22value%22%3A%2260%22%2C%22color%22%3A%22juicy-pink%22%2C%22custom_color%22%3A%22%2358b9da%22%7D%2C%7B%22title%22%3A%22600%20Kata%22%2C%22value%22%3A%2250%22%2C%22color%22%3A%22mulled-wine%22%2C%22custom_color%22%3A%22%23555555%22%7D%2C%7B%22title%22%3A%22400%20Kata%22%2C%22value%22%3A%2240%22%2C%22color%22%3A%22turquoise%22%2C%22custom_color%22%3A%22%23b97ebb%22%7D%2C%7B%22title%22%3A%22200%20Kata%22%2C%22value%22%3A%2230%22%2C%22color%22%3A%22orange%22%2C%22custom_color%22%3A%22%230088cc%22%7D%5D” animation=”easeOutElastic”]

persentase waktu yang dihabiskan pembaca

[/vc_column][vc_column fade_animation_offset=”45px” width=”1/2″][vc_round_chart type=”doughnut” stroke_width=”2″ tooltips=”” values=”%5B%7B%22title%22%3A%221200%20Kata%22%2C%22value%22%3A%2210%22%2C%22color%22%3A%22blue%22%7D%2C%7B%22title%22%3A%221000%20Kata%22%2C%22value%22%3A%2210%22%2C%22color%22%3A%22pink%22%7D%2C%7B%22title%22%3A%22800%20Kata%22%2C%22value%22%3A%2220%22%2C%22color%22%3A%22juicy-pink%22%2C%22custom_color%22%3A%22%2358b9da%22%7D%2C%7B%22title%22%3A%22600%20Kata%22%2C%22value%22%3A%2230%22%2C%22color%22%3A%22mulled-wine%22%2C%22custom_color%22%3A%22%23555555%22%7D%2C%7B%22title%22%3A%22400%20Kata%22%2C%22value%22%3A%2240%22%2C%22color%22%3A%22turquoise%22%2C%22custom_color%22%3A%22%23b97ebb%22%7D%2C%7B%22title%22%3A%22200%20Kata%22%2C%22value%22%3A%2250%22%2C%22color%22%3A%22orange%22%2C%22custom_color%22%3A%22%230088cc%22%7D%5D” animation=”easeinQuad”]

persentase kata yang dibaca

[/vc_column][/vc_row][vc_row padding_top=”0px” padding_bottom=”0px”][vc_column fade_animation_offset=”45px” width=”1/1″]

Enggak ada jaminan orang akan benar-benar membaca tulisan kamu, coba saja lihat data penelitian Nielsen di atas.

Kalau masih kurang yakin silahkan baca fakta menarik tentang bagaimana pengguna internet berinteraksi dengan konten.

Tapi tahu gak? sebenarnya bukan hal mustahil juga loh untuk membuat mereka membaca…

Kita hidup di era digital dimana orang lebih senang membaca sepintas lalu, itu adalah faktanya suka atau tidak ya harus diterima.

Lalu kenapa kita tidak beradaptasi dengan kebiasaan itu?

Dalam konteks ini beradaptasi itu bisa dilakukan dengan jalan membuat tulisan lebih efektif, informatif dan mudah dimengerti.

1. Format

Mari jujur dengan mata kamu, paragraf mana yang lebih nyaman kamu baca, kiri atau kanan?

paragraf-konten-blog

Paragraf kiri yang memanjang dengan tampilan blok yang memanjang rasanya kurang bersahabat dengan mata.

sedangkan yang kanan lebih lebih enak dilihat dan mudah dibaca, gak heran kalau format seperti itu banyak digunakan oleh wabsite-website besar seperti kompas, viva dan lainnya.

Berikut ini rahasianya

  • Tempatkan hanya 1 ide dalam setiap paragraf akan membuatnya terlihat lebih ramping, dan pembaca mudah menangkap pemikiran yang kamu tulis.
  • Jangan bertele-tele. Buat setiap kalimat lebih singkat dan to the point, cukup gunakan 1 atau 2 kalimat dalam setiap paragraf.
  • Jangan mengunakan rata kanan kiri (justify), ini bukan tentang kerapihan melainkan kenyamanan pengunjung ketika membaca.

2. Font

Jangan membuat pengunjung urung membaca hanya gara-gara pengaturan font yang salah. Hindari yang tampilannya ribet atau kriwel-kriwel gak jelas.

Sebagai penggantinya pakailah font yang lebih umum dan mudah dibaca seperti serif dan sans serif.

Sebagai referensi berikut ini adalah font yang cocok untuk dipakai dalam blog

  • Open Sans
  • Raleway
  • Lato
  • Source Sans Pro
  • Roboto
  • Oswald

Adapun yang harus diperhatikan dari font yang kamu gunakan adalah

  • ukuran font—font-size yang ideal untuk badan konten umumnya 18-25px
  • kerapatan antar kata—word spacing yaitu antara 2-3px
  • jarak/ketinggian baris—line height bisa bervariasi antara 1-1.5

3. Atraktif

Jangan biarkan pembaca melewatkan banyak hal yang seharusnya mereka baca. Pastikan bagian penting dalam konten terlihat atraktif sehingga mudah untuk ditelusuri oleh mata.

Caranya bisa dengan menggunakan

  • Heading. Fungsikan H2, H3 sebagai sub judul konten yang telah kamu bagi menjadi beberapa bagian.
  • Bold & Italic. Perubahan font menjadi tebal atau cetak miring pada kata kunci atau kalimat penting akan menarik perhatian pembaca.
  • List. Mudahkan pembaca menelusuri konten yang berbentuk daftar, baik dengan nomor maupun bullet.
  • Blockquote. Gunakan pada kalimat pendek yang dijadikan gagasan utama.
  • Graphic Image. Tambahkan gambar atau foto, terutama pada bagian yang memerlukan ilustrasi.

4. Buat Lebih Meyakinkan

Kadang-kadang untuk lebih meyakinkan pembaca kita butuh untuk referensi dari sumber yang terpercaya, dan itu bisa berbentuk

  1. Tautan eksternal
  2. Gambar Grafis
  3. Kutipan

typoLast but not least perhatikan tulisan kamu baik-baik, jangan sampai ada typo!

Kadang hal sepele seperti kesalahan mengetik menjadi hal besar, jadi jangan sampai pembaca meragukan keseriusanmu waktu menulis.

3. SEO

Sebenarnya pada tahap sebelumnya kamu sudah mempraktekan sebagian kaidah on-page SEO yang lebih manusiawi, seperti mengunakan sub judul—heading, bold dan italic cuma pada bagian yang penting saja.

Tapi kalau mau lebih yakin kamu bisa menambahkan hal berikut

  1. Disarankan untuk menggunakan kata kunci kedalam URL/permalink.
  2. Jika memungkinkan dan terlihat natural masukan kata kunci ke dalam meta deskripsi, tapi jika terlihat absurd lebih baik lupakan kata kunci.

Kesimpulan


right value, to the right audience, in their timeRobert Rose

Akhirnya dengan menggunakan sudut pandang pembaca maka definisi artikel yang berkualitas menjadi lebih objektif dan tidak bias.

Tulisan menjadi lebih manusiawi—informatif dan mudah dimengerti, dan audiens memberikan feedback positif terhadap konten.

…sebagai bonusnya mesin pencari akan menempatkan artikel tersebut di halaman pertama.

Ignore if you wish

 

[/vc_column][/vc_row]

Comments 3

    1. Post
      Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *