5 Hal Yang Harus Diperhatikan Dari Content Placement

content placement

Menulis di blog bisa menjadi kesenangan tersendiri, apalagi jika hobi tersebut bisa mendatangkan uang, dan salah satunya yang lagi in adalah content placement. Nah kalau ngomongin content placement sepertinya banyak sekali blogger yang terbuai dengan kerjaan instan yang satu ini, betul gak?

Ya.. gimana gak terbuai, hanya dengan mempublish artikel yang disediakan oleh client kita bisa mendapatkan uang yang terbilang lumayan besar, ya buat sekedar jajan atau traktir makan teman.

Saya tidak akan berdebat masalah baik atau buruknya pekerjaan yang satu ini, tapi sekedar berbagi saja bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kita menerima tawaran content placement di blog, dan diantaranya adalah:

1. Tema Artikel

Perlu diingat bahwa kemungkinan besar tema artikel content placement tidak sama dengan konten yang ada di blog. Memang sih efek dari ketidaksesuaian tersebut tidak akan terasa secara langsung, tapi setidaknya blog akan terlihat aneh bagi pembaca setia kamu.

Coba bayangkan… kalau blog milik kamu biasanya diisi dengan konten tentang fashion atau kecantikan tiba-tiba ada sebuah artikel yang membahas obat kuat.

Nah, kalau saya pribadi sih lebih menyarankan untuk meminta artikel yang lebih nyambung dengan tema blog kamu atau menolaknya kalau memang produk si klien memang sama sekali gak nyambung dengan blog kita.

Gimana kalau masih kekeuh?

Pada akhirnya sah-sah saja kalau kamu tetap menerima job model content placement asalkan konten yang disimpan tidak melawan hukum yang berlaku di negara ini, apalagi kalau konten blognya campur aduk, ya dengan catatan harus mau menerima konsekwensinya.

2. Kualitas & Originalitas Artikel

Menerima sebuah content placement bukan berarti kita hanya copy paste dan memijit tombol publish di dashboard blog. Sebaiknya periksa dulu kualitas konten yang diberikan dari klien, dengan cara membacanya terlebih dahulu.

Cek secara menyeluruh seperti struktur tulisan, apakah bisa dibaca dengan baik dan tanpa ada typo—kesalahan penulisan. Selain itu periksa juga originalitasnya. Bukan maksud berburuk sangka, tapi ada baiknya memastikan konten tersebut layak untuk dipublish.

3. Tautan

Artikel yang dibuat untuk content placement biasanya berbentuk soft selling atau bahkan sama sekali tidak ada ajakan untuk menggiring pembaca untuk membeli sebuah produk, tau kenapa?

Link atau tautan dofollow adalah poin utama yang didapatkan oleh klien, dengan tujuan menaikan peringkat halaman web mereka di mesin pencari, jadi konten seperti ini memang tidak dibuat untuk menjaring penjualan secara langsung. Ya bisa dibilang blog kamu adalah dummy blog bagi client…

Baik atau buruk?

Berbicara baik atau buruk bisa jadi relatif, tapi ‘be aware‘ kalau kamu masih membutuhkan Google sebagai media untuk menjaring pengunjung, lebih baik pikirkan tentang masalah tautan ini.

Baca dengan baik ketentuan Google tentang tautan di sini.

Pada dasarnya Google tidak melarang kita untuk memberikan tautan, asalkan tampak natural dan tidak menyalahi ketentuan yang mereka berikan. Nah dalam kasus ini, content placement bisa masuk pasal jual beli tautan.

Ingat-ingat seberapa sering kamu menerima content placement dengan tautan dofollow? Jika ingin bermain aman lebih baik pikir ulang deh, kecuali:

  • Bisa nego dengan klien menjadikan tautan hanya bersifat nofollow, ya siapa tahu aja kliennya lagi bimbang hehehe
  • Benar-benar lagi butuh uang dengan resiko putus cinta dengan Google 😀

4. Keyword

Pada umumnya setiap artikel content placement memilki kata kunci tersendiri, kalau tidak percaya coba perhatikan kata atau kalimat yang diulang-ulang, biasanya sih berhubungan dengan produk klien, kalau ada bisa jadi itu adalah keyword yang mereka kejar untuk bersaing di mesin pencari.

Pastikan kepadatan keyword yang digunakan tidak lebih dari 2,5% dari keseluruhan tulisan yang ada dalam artikel klien, jika melebihi lebih sebaiknya kamu meminta klien untuk memperbaikinya terlebih dahulu.

5. No Additional Task

Kalau dikembalikan pada konteks content placement maka ruang lingkup kerjanya adalah jasa menyimpan artikel milik klien di blog, jadi kalau harus melakukan editing, cari gambar atau foto ilustrasi maka sudah sudah melenceng dari scope of worknya, kecuali kalau memang senang dikerjain orang…

Pro & Kontra Content Placement

Galau, bingung dan bimbang? Tenang aja dan tidak perlu terlalu baper.

Jika kamu kaji sudah jelas kok baik atau buruknya, apakah ingin mendapatkan uang dengan resiko blog (yang sudah dibangun bertahun-tahun) lenyap dari peredaran mesin pencari Google, atau ingin bermain aman dan mencari sumber uang lainnya?

Kalau secara pribadi sih saya lebih menyarankan untuk segera berhenti or at least jangan terlalu sering menerima job content placement, karena terang-terangan hal tersebut sangat bertentangan dengan ketentuan mereka (dalam hal skema tautan).

Tapi pada akhirnya keputusan terbaik ada ditangan kamu sendiri, benar kan?

Happy blogging…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *